Kaidah Dasar Bahasa Amiyah
- Mengakhiri seluruh kata dengan huruf mati (سكون) tanpa memperhatikan kaidah bahasa arab (النحو) yang baku.
عايزك دى الوقت…….حالا Contoh :
Dibaca : “Aizak dil wa-ti…. Haalan!”
Artinya : “Aku pengin ketemu kamu sekarang juga!”
- Dalam penuturannya, setiap kata harus diakhiri dengan sukun. Tanda i’rab (فتحة ، كسرة ، ضمة) dalam amiyah tidak berlaku.
أنا وقف هنا جنب الحيطة Contoh :
Dibaca : “Ana wa-if hina ganbal heytoh”
Artinya : “saya berdiri disini, disebelah tembok”
- Menambahkan huruf ‘ب’ pada awal fi’il mudhari’ yang menunjukkan peristiwa sedang terjadi (present countinues tense)
ازى بتفهم الدرس وأنت نائم Contoh :
Dibaca : “Izzay bi tifhim eddars wenta nayyim?”
Artinya : “Gimana mau paham pelajaran kalau enta tidur melulu?”
Contoh lain adalah kata بروح (biruh) artinya saya pergi, kata aslinya يروح – راح . dalam bahasa amiyah dalam bahasa amiyah setiap fi’il mudhari’ yang menunjukkan peristiwa sedang terjadi, senantiasa didahului dengan huruf ب yang berharakat fathah. Ketika ia masuk, maka bunyi alif dan ya’ menjadi tidak tampak.
Agar lebih jelas berikut beberapa contoh fi’il mudhari’ dalam amiyah
Makna | Dibaca | العامية | الفصحى |
Saya berjalan | Bamsyi | بمشى | أمشي |
Saya makan | Bakul | باكل | آكل |
Dia (lk) sampai | Biyushol | بيوصل | يصل |
Dia (pr) sampai | Bitushol | بتوصل | تصل |
- Meletakkan huruf awal هـ pada awal fi’il mudhari’ yang menunjukkan peristiwa akan terjadi. Huruf هـ menggantikan fungsi س ata سوف dalam kaidah fushah, dan perlu diingat, huruf awal fi’il mudhari tersebut pada umumnya diucapkan secara samara antara kasrah dan fathah
هنروح الجامعة بكرة الصبح Contoh :
Dicaba : “Haneruh el gam’ah bukroh”
Artinya : “besok pagi kita akan pergi ke kampus!”
- Menambah huruf ش sukun pada setiap akhir kata kerja atau kata benda yang didahului oleh النافية ما
أنا ما عنديش فلوس،……ما أكلتش من امبارح Contoh :
Dibaca : “
No comments:
Post a Comment