Tuesday, August 31, 2010

Kaidah Dasar Bahasa Amiyah

Kaidah Dasar Bahasa Amiyah
  1. Mengakhiri seluruh kata dengan huruf mati (سكون) tanpa memperhatikan kaidah bahasa arab (النحو) yang baku.
عايزك دى الوقت…….حالا Contoh :
Dibaca : “Aizak dil wa-ti…. Haalan!”
Artinya : “Aku pengin ketemu kamu sekarang juga!”

  1. Dalam penuturannya, setiap kata harus diakhiri dengan sukun. Tanda i’rab (فتحة ، كسرة ، ضمة) dalam amiyah tidak berlaku.
أنا وقف هنا جنب الحيطة Contoh :
Dibaca : “Ana wa-if hina ganbal heytoh”
Artinya : “saya berdiri disini, disebelah tembok”

  1. Menambahkan huruf ‘ب’ pada awal fi’il mudhari’ yang menunjukkan peristiwa sedang terjadi (present countinues tense)
ازى بتفهم الدرس وأنت نائم Contoh :
Dibaca : “Izzay bi tifhim eddars wenta nayyim?”
Artinya : “Gimana mau paham pelajaran kalau enta tidur melulu?”

Contoh lain adalah kata بروح (biruh) artinya saya pergi, kata aslinya يروح – راح . dalam bahasa amiyah dalam bahasa amiyah setiap fi’il mudhari’ yang menunjukkan peristiwa sedang terjadi, senantiasa didahului dengan huruf ب yang berharakat fathah. Ketika ia masuk, maka bunyi alif dan ya’ menjadi tidak tampak.

Agar lebih jelas berikut beberapa contoh fi’il mudhari’ dalam amiyah
Makna
Dibaca
العامية
الفصحى
Saya berjalan
Bamsyi
بمشى
أمشي
Saya makan
Bakul
باكل
آكل
Dia (lk) sampai
Biyushol
بيوصل
يصل
Dia (pr) sampai
Bitushol
بتوصل
تصل

  1. Meletakkan huruf awal هـ pada awal fi’il mudhari’ yang menunjukkan peristiwa akan terjadi. Huruf هـ menggantikan fungsi س ata سوف dalam kaidah fushah, dan perlu diingat, huruf awal fi’il mudhari tersebut pada umumnya diucapkan secara samara antara kasrah dan fathah
هنروح الجامعة بكرة الصبح Contoh :
Dicaba : “Haneruh el gam’ah bukroh”
Artinya : “besok pagi kita akan pergi ke kampus!”

  1. Menambah huruf ش sukun pada setiap akhir kata kerja atau kata benda yang didahului oleh النافية ما
أنا ما عنديش فلوس،……ما أكلتش من امبارح Contoh :
Dibaca : “



No comments:

Post a Comment